Just It

"If at first you don't succeed,

Cheat. 

Repeat until caught.

Then lie."

Sabtu, Maret 14, 2009

Troublesome


Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul dan akan selalu menjengkelkan :
-Hobi?
-Cita-cita?
-Makanan favorit?
-Motto?

Semenjak pertanyaan ini pertama kali gue dengar,
gue langsung berpikir, "I'm so freaking hate it"
Alasannya?

Hobi.
Hobi itu kan artinya kegiatan yang paling anda sukai, paling sering dilakukan sesuai dengan anjuran dokter,
jadi pastinya banyak bukan?
Misalnya tidur dan makan.
Tapi nyebelinnya, kalo jawabnya tidur atau makan, pasti diprotes.

"Itu kan bukan hobi!?"

Ah, cerewet.
Masih bagus gue mau jawab.

Cita-cita.
Dulu gue, seperti kebanyakan anak kecil lainnya yang di-brainwash, akan menjawab 'Dokter' atau 'Insinyur' atau 'Pilot' atau lain sebagainya.
Tapi semakin lama gue semakin sadar, gue tidak punya cita-cita.

Sempat terpikir mau jadi ahli desain interior, dengan alasan ingin mendekor rumah sendiri nantinya.
Dan cita-cita itu hilang digantikan ingin jadi ahli desain grafis.
Itu juga hilang karena setelah dipikir-pikir tidak mau hidup gue habis hanya dengan menggambar (di FSRD).
Akhirnya gue 'terjebak' dalam kuliah yang gue ambil.

Sekarang, gue benar-benar tidak punya tujuan dan cita-cita.
Mungkin cuma 'hanyut seperti ubur-ubur di lautan' (maksudnya 'go with the flow' versi ekstrim) yang bisa dibilang cita-cita gue saat ini.

Makanan favorit.
MANA ADA MAKANAN YANG DIJADIKAN FAVORIT?!
Gue suka semua makanan meski gue suka milih-milih makanan.
Kalau gue pernah makan, misalnya soto, yang enak, gue tidak akan mau makan soto selain itu.
Kecuali terpaksa (dan gratis tentu saja).
Jadi mana bisa gue memilih salah satu jenis makanan untuk dijadikan favorit?!
Dan sebenernya TIDAK PENTING juga untuk mem-favorit-kan salah satu jenis makanan.
Eh, sebenernya TIDAK PENTING juga bagi gue untuk kesel dengan hal ini.

Motto.
Ini beneran pertanyaan paling menyebalkan, merepotkan, dan minta ditampar di seluruh dunia!
Hidup kenapa mesti ada motto?
Waktu awal masuk universitas gue pernah diminta menyebutkan motto ketika di kelas.
Dan otak gue yang tidak mampu berpikir satu motto pun cuma bisa menjawab,

"Apa yang bisa dikerjakan esok...kerjakan saja esok hari."

A.k.a. pemalas.
Hasilnya gue ditertawakan satu kelas (mulai merasa dipermalukan).
Setelah gue pikir-pikir harusnya gue menjawab,

"Hiduplah tanpa motto hidup."

Dan sekarang gue mulai berpikir untuk membenci MANUSIA yang pertama kali dengan 'jenius'-nya menciptakan pertanyaan ini.

1 komentar:

  1. Motto 'hidup tanpa motto hidup'...
    hahahah, itu lucu loh^^

    BalasHapus