Just It

"If at first you don't succeed,

Cheat. 

Repeat until caught.

Then lie."

Sabtu, Maret 31, 2012

Fashion Liberty

Setelah membaca postingan Nyai Dachimah mengenai selera berpakaian, hmm, rasanya gue juga perlu melakukan observasi diri.

Masa kuliah dahulu sewaktu memakai kaos, celana pendek, sandal jepit, dan tas ransel, seorang bapak bertanya pada gue, "Sekolah dimana, dek?" Anehnya di waktu berikutnya gue pakai cardigan berbentuk gahul malah ditanya kerja dimana, padahal lulus kuliah juga belum.

Masa kerja saat kini memakai sandal bertali milik kakak gue, seseorang yang disegani (oleh semua orang kecuali gue dan sebut-saja-Njum) di kantor berkomentar, "Kamu mau ngantor apa ngampus? Masa pake sendal."

Masa jalan di akhir minggu bersama pria-yang-tidak-suka-disebut-sebagai-Om-karena-terkesan-tua memakai sweater, rok, dan sepatu, hanya diliatin dan dikatain, "Kaya anak sekolahan." Terakhir kali gue pakai kaos, jeans, sandal, dan tas berbentuk kucing semakin dikatain nampak seperti anak SMP.

Jadi kepada saudari Dheyzhere yang berbakat di bidang fashion dan menggeluti bidang ini, mohon memberi training fashion khusus kepada gue dan Nyai Dachimah.

Senin, Desember 12, 2011

Gratitude

"Unfortunately, for me being grateful means swallowing my pride down the throat."

Ceritanya, gue dikatain tidak bersyukur karena tidak mau mengambil permen karamel meski diberikan secara gratis.
Beberapa bulan terakhir gue selalu ditawarkan permen karamel ini tapi selalu gue tolak; penyebabnya ya karena gue kurang begitu suka permen karamel.
No matter how tempting it is, you won't say you'll take it if you not really love sweets.


On side note, I'm always more of a chocolate junkies than sweet tooth.
Though arguably I won't even taste a bar of chocolate since it's far within my reach.

Minggu, Oktober 02, 2011

iStress

Kenapa gue bikin judul seperti ini?
Bukan, bukan karena gue stres, tapi karena gue tau stres itu mirip produk-produk keluaran Apple lainnya.
Menjadi tren dan dipakai banyak orang.

Yang menyenangkan adalah iStress juga menjadi 'tren' dan 'dipakai' banyak orang.
Big Bos memberikan iStress ke Pak Bos, dan Pak Bos kemudian menyerahkan iStress ke anak buahnya.
Karena masih tidak beres akhirnya iStress dipinjamkan ke gue.

Berhubung gue tidak suka iStress, gue kasih secara cuma-cuma iStress itu ke sekelompok orang, sebut saja Agency.

iStress pun dicariin oleh pemilik aslinya a.k.a Big Bos.

Jadi sekarang Agency sebal karena dikejar sama gue, yang dikejar sama Pak Bos, yang dikejar sama Big Bos.



side note:
Di suatu waktu Agency bertanya kenapa gue tertawa, dan gue bilang, "Senang aja melihat kalian tersiksa."

Jumat, September 02, 2011

About a B

Aoi: Whenever Ruki says to me, "Let's go clothes shopping", I always say "Yeah, let's go", but if I invite him he'll never go.
Ruki:
(laugh) That's just a characteristic of B blood types. If I'm not interested in something, then I'm not interested. And I won't invite people. When I went with Reita it was a chance to do my own shopping as well, so I went.
 Reita:
I mailed him saying, "Do you want to go shopping?", but he didn't reply. Then he called me and was like, "Come pick me up".

Credit to astraphile: Neo Genesis Vol. 33 Gazette Interview



Eh~
I suppose it's not a trait of blood types characteristic? 
Well, knowing I'm not yet check for my blood type (and others stubbornly saying I'm definitely a B blood type) and grudgingly what Ruki said is applied for me.

Is it a real B blood type thing or just coincidence?  

Minggu, Juli 17, 2011

Overheard Conversation

And so, there's this girl around 15 - 17 years old who can't speak Indonesian even though her parent is apparently real Indonesian.
Her aunt (who's also real Indonesian people) eat a brown egg shape cake that been served on the desk in front of her.

She asked, "Auntie, what's that?"
Here is the answer, "Hm, well, this is cassava...made from soy bean. Fermented soy bean. And there's shredded coconut inside this as well...It's a bit sweet because of gula merah. What's the English word for gula merah?"

Then come my father, pointing the same cake and asking in a rather loud voice, "Iki opo?" (in Indonesian : Apa ini?)
Also in a loud voice, my cousin answered, "Combro."

Yaelah, buat jawab combro aja itu tante pakai panjang lebar segala jelasinnya ke anak yang menyedihkan itu (menyedihkan bagi gue karena dia anak Indonesia tapi sama sekali tidak bisa bicara bahasa Indonesia).

Kamis, Juni 02, 2011

Boring People

Dari kecil, gue sudah menolak untuk menjadi pegawai kantoran dengan alasan "tidak mau menjadi manusia dewasa yang membosankan."
Dan setelah demi tuntutan sosial, akhirnya gue bisa membuktikan dengan mata gue sendiri kalau manusia dewasa perkantoran itu memang membosankan.

Tidak ada lagi manusia aneh yang tidur dengan kepala dimasukin ke tas ransel,
tidak ada lagi manusia yang kalau bicara pasti ngawur semua,
tidak ada lagi manusia kerjaannya tertawa terus seperti habis pakai mariyuana,
tidak ada lagi manusia suka joget-joget aneh di tengah keramaian,
tidak ada lagi manusia senang berlari-larian setelah melakukan front stabbing.

Menurut para manusia dewasa itu, memang sudah saatnya gue yang berubah supaya menjadi seperti mereka.
Jadinya gue mencoba memanipulasi dengan menjaga image menjadi dewasa, pendiam, dan feminin yang dipercaya kebenarannya oleh manusia dewasa perkantoran.

Now, it's a fact that I'm part of the most boring people on earth

(c) Yusuke Nakamura

Iya, iya, jujur, memang image pendiam dan dewasanya berhasil dipertahankan (dengan susah payah) sementara image feminin sudah buyar dalam waktu 14x24 jam...kuso!

Edit : Dan kemudian dalam waktu 7x24 jam setelah artikel ini tayang, image pendiam dan dewasa telah hancur total akibat muncul tidak terkontrol dengan memakai bahasa ala kuliah semacam "per-per-an" dan efek dramatisasi saat bercerita.

Rabu, Maret 02, 2011

Antara Pasar dan Market

Gue kira perbedaan dari tempat berbelanja kebutuhan pokok (pasar, warung, mini sampai hyper market) cuma di masalah lokasi dan harga.
Ternyata perbedaan utamanya ada di karakter dasar.

Kalau di pasar, semua bisa ditawar.
Tapi kalau bermental tempe yang mudah takut sama ibu-ibu pedagang seperti gue, jangan harap bisa.
Ibu-Ibu Pedagang Galak (IPG) : Semuanya 11.000
Gue (G) : Yah Bu, 10.000 aja ya supaya pas?
IPG : PAS GIMANA? INI AJA UDAH DIKASI MURAH!
G : ...

Makanya dari dulu sebisa mungkin gue menghindari tipe perdagangan dengan tawar-menawar.

Beda lagi kalau di warung.
Biasanya yang jaga ramah dan barangnya juga lengkap.
Mencari warung sih mudah, tiap beberapa tiang listrik juga pasti ketemu.
Tapi menemukan penjaga warung lebih susah daripada mencari warungnya itu sendiri!
Karena terlalu lengkap untuk ukuran lokasi jualan 2 x 1 meter, barang jualannya memenuhi tempat sampai-sampai penjaga warung tertimbun di dalam...
Kalau mau bayar harus teriak supaya dia ngeh ada kita.

Makanya gue tidak heran umumnya pengalaman mencuri pertama orang-orang pasti di warung.

Mungkin belanja di hyper market asal Prancis dan Korea yang cabangnya ada di penjuru Jakarta lebih nyaman.
Tapi tidak juga.
Kesan gue terhadap tempat-tempat ini adalah penuh dengan manusia aneh.
Semua orang bawa anak-anak, tidak jelas anak siapa yang dibawa.
Entah anaknya sendiri, keponakan, cucu, mungkin anak tetangga juga dibawa.
Keanehannya?
Gue menemukan anak yang, pertama, pura-pura minum pewangi pakaian dari pouch-nya dan kedua, berusaha membuka botol body mist supaya bisa diminum.
Anak gila.
Ibunya juga gila.
Cuma berdiri disebelahnya ngeliatin anaknya kaya gitu terus di-cuek-in.

Makanya masih banyak orang memilih belanja di market mewah semacam Makanan Hall, Peternakan Market, dan teman-temannya mungkin supaya tidak ketemu gerombolan anak-anak gila?